In ZiZou, We Trust!

Pertandingan antara Malaga vs Real Madrid yang dihelat di Markas Malaga pada beberapa jam yang telah lalu menjadi pertandingan yang sangat berkesan bagi klub, terlebih bagi para fans Real Madrid. Pasalnya, pada pertandingan yang berhasil dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor dua gol tanpa balas itu, menjadikan Real Madrid berhasil menyabet titel La Liga pada musim ini.

Pada pertandingan itu, Real Madrid unggul atas gol Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Pertandingan tadi malam itu pun nampak alot bagi Real Madrid, karena banyak peluang gol yang dihasilkan oleh kesebelasan Malaga. Namun, dengan taktik yang telah dirancang sedemikian rupa oleh pelatih Real Madrid, pada akhirnya mereka meraih kemenangan dan berhak menyabet titel La Liga dari Barcelona.

Pada pertandingan lain, sebenarnya Barcelona juga berhasil memenangkan pertandingannya, akan tetapi tim tersebut tidak dapat menyamai perolehan poin yang dimiliki oleh Real Madrid. Sebagaimana yang tertera pada klasemen akhir, Real Madrid berhasil mengungguli Barcelona dengan perolehan 93 poin, sedangkan Barcelona hanya dengan 90 poin. Dengan perolehan tersebut, maka Real Madrid pun dinobatkan sebagai kampiun La Liga musim ini.

sumber foto: antaranews
Di balik keberhasilan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan, terdapat sesosok orang yang membuat mereka bermain dengan konsisten selama satu musim penuh. Dia adalah pelatih Real Madrid itu sendiri, Zinedine Zidane.

Zizou (sebutan bagi Zidane) ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid sejak 4 Januari 2016, menggantikan kepelatihan Rafa Benitez. Pada awal penunjukan Zizou sebagai pelatih, banyak orang yang menganggap bahwa dia belum memiliki kapasitas yang tepat untuk menangani klub sebesar Real Madrid. Bahkan ada yang menyangka bahwa jika Zizou tidak akan bertahan lama menjabat sebagai pelatih Real Madrid. Hal ini dapat dimaklumi, karena Zidane sebelumnya hanya melatih tim Castilla Madrid, dan sebagai asisten pelatih Don Carlo.

Namun, adanya spekulasi serta prediksi yang dilontarkan oleh banyak orang dan media itu, sang entrenador ternyata berhasil membalik dan mematahkan keadaan tersebut. Memang pada awal kepelatihannya, Zizou beberapa kali terseok-seok dalam menjalani laga-laga krusial. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu, melalui racikannya yang sering mengandalkan rotasi pemainnya, ternyata membuahkan hasil yang manis.

sumber foto: liputan6
Sejak dinobatkan sebagai pelatih Real Madrid, setidaknya Zizou telah memenangkan beberapa titel bergengsi. Pada 28 Mei 2016, Real Madrid menjuarai Liga Champions untuk yang kesebelas kalinya. Pada 9 Agustus 2016, Real Madrid berhasil mengangkat trofi UEFA Super Cup. Pada 18 Desember 2016, Real Madrid memenangkan persaingan menjadi kampiun di kejuaraan dunia antar klub. Pada 21 Mei 2017, Real Madrid berhasil mengungguli Barcelona, dan menjadi juara La Liga musim ini.

Hanya dalam kurang dari 2 tahun kepelatihannya, Zizou telah berhasil mengantarkan Real Madrid berdiri singgasanya. Dengan ini, dia pun telah berhasil menepis segala prediksi yang orang lain lontarkan. Bahkan, tak berlebihan rasanya jika menyebutnya sebagai pelatih terbaik saat ini. Dengan gaya kepelatihannya yang magic ini, diprediksi Real Madrid akan kembali berjaya di musim mendatang. In Zizou, we trust!
Kastolani
Kastolani

Perkenalkan saya Kastolani, seorang mahasiswa yang merangkap sekaligus sebagai blogger, salam kenal bagi kalian semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar